Kehadirannya dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, stabilitas, dan keandalan sistem kelistrikan yang semakin banyak memanfaatkan energi baru terbarukan.
Suroso mengatakan PLN saat ini juga mengembangkan sejumlah proyek pumped storage hydropower yang ditujukan untuk memperkuat fleksibilitas sistem kelistrikan berbasis EBT.
Baca Juga:
PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Flores Pascagempa M7,7, 11 Gardu Induk Kembali Normal
Beberapa proyek tersebut antara lain Upper Cisokan Pumped Storage dengan kapasitas 1.040 MW, Sumatera Utara Pumped Storage sebesar 500 MW, Matenggeng Pumped Storage sebesar 943 MW, serta Grindulu Pumped Storage dengan kapasitas 1.000 MW.
Selain itu, terdapat Jatiluhur Pumped Storage berkapasitas 760 MW yang pengembangannya dilakukan oleh IPP.
Berbagai proyek tersebut diharapkan dapat mendukung sistem kelistrikan nasional dalam menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik sekaligus meningkatnya penetrasi pembangkit EBT.
Baca Juga:
Dari Budidaya Kepiting hingga Pelatihan Kerja, Ini Dampak Program TJSL PLN bagi Masyarakat
Sementara itu, Komisaris Independen PLN, Ali Masykur Musa, menilai tantangan pengembangan hydropower di Indonesia kini tidak lagi sebatas mencari dan mengidentifikasi potensi sumber energi air.
Tantangan yang lebih besar adalah memastikan potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi proyek yang matang, layak secara teknis dan finansial, serta dapat segera direalisasikan.
Komisaris Independen PLN, Ali Masykur Musa, menegaskan bahwa tantangan utama pengembangan hydropower di Indonesia adalah bagaimana mengubah potensi yang ada menjadi proyek yang siap dieksekusi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk itu, percepatan perlu dilakukan secara end-to-end, dengan setiap tahapan mulai dari perencanaan hingga operasi dilaksanakan secara terukur.