"Proyek hydropower memang memiliki masa pengembangan dan konstruksi yang panjang, tapi nilainya sangat luar biasa untuk berkembang. Karena itu percepatan hydropower tidak dapat dilakukan secara parsial, percepatan harus dilaksanakan secara end-to-end dan tahap perencanaan hingga operasi harus terukur. Untuk itu yang perlu kita lakukan pertama adalah memastikan prioritas kesiapan proyek," tutur Ali.
Menurut Ali, pendekatan yang menyeluruh diperlukan karena proyek pembangkit listrik tenaga air membutuhkan waktu relatif panjang, baik dalam proses perencanaan maupun pembangunan.
Baca Juga:
PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Flores Pascagempa M7,7, 11 Gardu Induk Kembali Normal
Oleh sebab itu, setiap tahapan harus memiliki ukuran kesiapan yang jelas agar proyek yang diprioritaskan benar-benar dapat masuk ke tahap eksekusi secara efektif.
Pandangan tersebut sejalan dengan Pelaksana Tugas Ketua Umum Masyarakat Energi Baru Terbarukan (METI), Norman Ginting. Ia menilai pengembangan hydropower harus didukung proyek-proyek yang memiliki kelayakan pembiayaan atau bankable sehingga mampu menarik dukungan investasi dan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan sistem kelistrikan.
Pelaksana Tugas Ketua Umum METI, Norman Ginting, mengatakan pengembangan hydropower membutuhkan dukungan proyek yang bankable dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Langkah ini penting untuk mengoptimalkan potensi energi air sebagai sumber listrik yang andal dan rendah emisi di tengah kebutuhan listrik yang terus meningkat.
Baca Juga:
Dari Budidaya Kepiting hingga Pelatihan Kerja, Ini Dampak Program TJSL PLN bagi Masyarakat
Norman mengatakan kebutuhan listrik nasional diperkirakan terus bertumbuh seiring berkembangnya berbagai sektor, mulai dari pusat data, kendaraan listrik, hilirisasi mineral hingga industri hijau.
Dalam kondisi tersebut, hydropower dinilai dapat menjadi salah satu fondasi penting untuk menyediakan listrik yang stabil sekaligus memiliki emisi yang lebih rendah.
"Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik akibat pertumbuhan pusat data, kendaraan listrik, hilirisasi mineral, dan industri hijau, hydropower menjadi fondasi penting untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal sekaligus rendah emisi. METI mendorong agar kolaborasi lintas pemangku kepentingan tidak berhenti pada forum diskusi, melainkan menghasilkan pipeline proyek yang siap didanai, dibangun, dan beroperasi secara komersial," tutup Norman (Seremoadver).