“Ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar ekspor,” kata Sudaryono.
Forum bisnis tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid, serta Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif Bank Indonesia Anastuty Kusumowardani.
Sebanyak 22 perusahaan Indonesia turut ambil bagian dengan membawa berbagai produk unggulan, mulai dari buah-buahan, kopi, gula kelapa, hasil perikanan, makanan olahan, hingga produk turunan kelapa.
Baca Juga:
BINA Holiday and Back to School 2026 Ditargetkan Dorong Transaksi Rp30 Triliun Selama Libur Sekolah
Dalam forum itu juga dilakukan penandatanganan tujuh nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan Indonesia dan importir Tiongkok untuk sejumlah produk seperti sarang burung walet, rumput laut, kopi, rempah-rempah, teripang, produk turunan kelapa, durian beku, dan buah tropis.
Wamendag Roro mengungkapkan, potensi transaksi yang dihasilkan dari penandatanganan MoU dalam ajang SIAL Shanghai dan Misi Dagang Shanghai mencapai USD 60,3 juta. Selain itu, kegiatan one-on-one business matching mencatat potensi transaksi tambahan senilai USD 25,78 juta untuk produk rumput laut, arang kelapa, lada hitam, bubuk kakao, dan buah tropis.
Perwakilan PT Bahari Agro Indonesia, Hanum, mengapresiasi kegiatan tersebut karena berhasil mempertemukan perusahaan dengan calon pembeli potensial baru di Tiongkok, termasuk Shanghai Brilliant Gum, untuk permintaan rumput laut kering jenis cotoni dan spinosum.
Baca Juga:
Wamendag Roro: Penguatan Waralaba Lokal dan Wirausaha Muda Kunci Indonesia Emas 2045
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia, Adityo Pradewo, menyampaikan bahwa produk durian beku Indonesia semakin diminati pasar Tiongkok. Sepanjang Januari hingga April tahun ini, sebanyak 4.077 ton durian beku telah diekspor ke negara tersebut.
Ke depan, pemerintah dan pelaku usaha berharap protokol ekspor durian segar antara Indonesia dan Tiongkok dapat segera disepakati guna memperluas peluang pasar bagi komoditas hortikultura nasional.
[Redaktur: Jupriadi]