Menteri Ekonomi Jerman Katherina Reiche menyebut berbagai opsi tengah dikaji, mulai dari pembatasan harga hingga pajak windfall.
Meski demikian, Jerman menegaskan tidak akan kembali menggunakan gas dari Rusia sebagai solusi krisis.
Baca Juga:
Krisis Energi Mengancam, Trump Soroti Risiko Jika Hormuz Tak Dibuka
Selain pembatasan bahan bakar, kebijakan kerja dari rumah menjadi strategi lain yang banyak diadopsi negara.
Pakistan menerapkan empat hari kerja bagi pegawai negeri, sementara Republik Dominika mengurangi jam kerja kantor.
Di Afrika, Mesir membatasi jam operasional pusat perbelanjaan dan restoran hingga pukul 21.00 serta menutup kantor pemerintah pukul 18.00.
Baca Juga:
Luhut Warning APBN Terancam Jebol, Harga Minyak Bisa Tambah Defisit Rp 200 Triliun
Kenya melarang ekspor bahan bakar dan memperketat distribusi, sedangkan Zambia menyiapkan sanksi bagi penimbun bensin.
“Situasinya kini seperti setiap orang berjuang sendiri,” kata Anibor Kragha dari African Refiners and Distributors Association.
Ia menilai negara-negara kini lebih fokus mengamankan kebutuhan domestik dibandingkan ekspor energi.