Di Sri Lanka, pemerintah membatasi pembelian bahan bakar hanya 15 liter per minggu untuk kendaraan pribadi melalui sistem kode QR.
Kamboja menutup sepertiga stasiun pengisian bahan bakar, sementara Myanmar menerapkan sistem ganjil-genap berdasarkan nomor kendaraan.
Baca Juga:
Nelayan Mulai Terdampak Krisis Energi, Komisi IV DPR Desak Respons Cepat Pemerintah
Artinya, kendaraan dengan pelat nomor tertentu hanya bisa membeli bahan bakar pada hari yang telah ditentukan.
Di Indonesia, pemerintah mulai menyiapkan langkah efisiensi penggunaan energi di tengah tekanan krisis global.
Presiden Prabowo Subianto menyebut berbagai opsi, termasuk pemangkasan penggunaan bahan bakar pemerintah hingga 50 persen.
Baca Juga:
Antisipasi Krisis Energi Dampak Geopolitik, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kolaborasi dan Koordinasi BUMN Jadi Penentu Ketahanan Nasional
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang penerapan satu hari kerja dari rumah atau work from home.
Di Selandia Baru, pemerintah mempertimbangkan kebijakan satu hari tanpa mobil dalam sepekan untuk menekan konsumsi bahan bakar.
Di Eropa, Slovenia menjadi negara pertama yang menerapkan pembatasan bahan bakar dengan batas 50 liter per minggu untuk kendaraan pribadi.