Sementara itu, sektor usaha dan pertanian diberikan batas hingga 200 liter per minggu.
International Road Transport Union (IRU) mendesak Uni Eropa untuk segera mengambil langkah kolektif menghadapi krisis ini.
Baca Juga:
Krisis Energi Mengancam, Trump Soroti Risiko Jika Hormuz Tak Dibuka
“Jika pasokan disel terganggu, dampaknya akan langsung terasa di seluruh jaringan logistik Uni Eropa,” kata Sekretaris Jenderal IRU Umberto de Pretto.
Ia menegaskan bahwa gangguan ini dapat memperlambat rantai pasok dan distribusi barang ke masyarakat.
“Koordinasi di tingkat Uni Eropa sangat penting untuk menstabilkan pasar bahan bakar,” guna menghindari kebijakan yang terfragmentasi.
Baca Juga:
Luhut Warning APBN Terancam Jebol, Harga Minyak Bisa Tambah Defisit Rp 200 Triliun
Namun, hingga kini Uni Eropa belum mencapai kesepakatan bersama sehingga tiap negara bergerak sendiri-sendiri.
Dalam dua pekan terakhir, harga bahan bakar di kawasan tersebut telah naik sekitar 18 persen menjadi 2 euro per liter.
Tekanan mulai terasa di Jerman yang kini mempertimbangkan pembatasan kenaikan harga bahan bakar di SPBU.