Dari sisi biaya, perseroan terus meningkatkan marjin kotor melalui produktivitas di seluruh lini bisnis dan percepatan transformasi digital.
Seiring pemulihan volume penjualan, dampak leverage operasional mulai terlihat pada kinerja laba rugi dan membantu menopang marjin meski masih ada tekanan dari kenaikan biaya input serta pergerakan nilai tukar mata uang asing.
Baca Juga:
Pentagon Bongkar Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp433,8 Triliun
Ke depan, Unilever Indonesia akan tetap fokus mendorong pertumbuhan yang melampaui pasar dan mengantisipasi tekanan eksternal dengan target peningkatan margin secara moderat sepanjang 2026.
"Meskipun kondisi pasar terus berubah, kami tetap memperkirakan adanya peningkatan margin yang moderat untuk tahun 2026 secara keseluruhan. Prioritas kami tetap sama: memperkuat fondasi bisnis, mewujudkan pertumbuhan yang konsisten, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," tutup Benjie.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.