"Hasil kinerja kuartal pertama ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa bisnis kami berada dalam jalur kemajuan yang positif, didukung oleh fundamental yang terus membaik serta momentum yang semakin menguat," sambungnya.
Unilever Indonesia menyebut strategi bisnis perseroan bertumpu pada tiga pilar utama yakni kategori, saluran penjualan, dan biaya untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang lebih berkualitas.
Baca Juga:
Pentagon Bongkar Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp433,8 Triliun
Pada pilar kategori, perseroan fokus membangun minat konsumen lebih luas melalui optimalisasi portofolio di segmen yang tumbuh lebih cepat serta mempercepat strategi social first demand creation agar inovasi produk tetap relevan.
Perseroan juga meningkatkan keterjangkauan produk melalui peluncuran kemasan dengan harga lebih bernilai serta memperluas aktivasi merek agar menjangkau lebih banyak konsumen.
Untuk memperkuat merek inti, Unilever Indonesia menerapkan pendekatan 6P yakni Product, Packaging, Proposition, Promotion, Place, dan Pricing, sementara kontribusi segmen pertumbuhan tinggi meningkat dari 8,3 persen pada kuartal I-2025 menjadi 10 persen pada kuartal I-2026.
Baca Juga:
DPR Minta 3 WNI Terlibat Haji Ilegal di Makkah Diproses Hukum
Pada sisi saluran penjualan, pertumbuhan domestik sebesar 3,5 persen didukung momentum di kanal General Trade dan Modern Trade serta kontribusi dari Health and Beauty dan Digital Commerce.
Unilever juga terus mendorong pertumbuhan kanal masa depan melalui pengembangan portofolio sesuai kebutuhan konsumen, penguatan kemitraan strategis, serta peluncuran produk baru seperti TRESemmé Silk Press dan kerja sama dengan AS Watsons.
Digital Commerce menjadi salah satu prioritas dengan memanfaatkan momentum pasar, memperkuat visibilitas pencarian, serta menggandeng komunitas affiliate untuk memperluas jangkauan.