Kecuali Italia yang sudah menutup reaktor pembangkit listriknya setelah kejadian kecelakaan reaktor Chernobyl Russia.
Italia hingga saat ini mengimpor sekitar 8 persen kebutuhan listriknya dari nuklir yang diimpor dari Swiss dan Perancis.
Baca Juga:
Menuju Indonesia 2045, Ditjen Gatrik ESDM Perketat Evaluasi Lembaga Sertifikasi
Menurut perusahaan konsultan internasional Pricewaterhouse Coopers (PwC), pada 2050, perekonomian negara G-7 akan dikalahkan oleh perekonomian negara emerging market yang berkembang pesat.
Negara ini berjuluk E-7 yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan China (BRIC) ditambah dengan Meksiko, Indonesia, dan Turki.
Hampir sama seperti kelompok G-7, semua negara yang diperkirakan akan menjadi negara maju dari E-7 ini juga memiliki reaktor nuklir.
Baca Juga:
Diminta Batasi Ekspor, ALPERKLINAS Dorong Gas untuk Pembangkit PLN Jadi Prioritas
Kecuali Indonesia yang tidak atau belum mengembangkan reaktor PLTN di negaranya.
Hampir semua negara E-7 terus berupaya mengembangkan dan menambah reaktor baru, seperti di Brasil, Rusia, India, China, dan Turki.
India dan China merupakan yang paling masif membangun reaktor baru di negaranya masing-masing.