Temuan ini menambah daftar keberhasilan eksplorasi ENI di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 serta Sumur Konta-1 pada 2025.
Rangkaian penemuan tersebut semakin menegaskan potensi besar sistem gas di cekungan ini serta menunjukkan kestabilan sumber daya yang dimilikinya.
Baca Juga:
Bahlil Bawa Kabar Besar dari Moskow, RI Amankan Pasokan Energi dari Rusia
Penemuan Geliga juga terjadi setelah diambilnya keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas utama, seperti Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub).
Keputusan ini menjadi landasan penting dalam mempercepat pengembangan lapangan-lapangan gas baru di kawasan tersebut.
Dalam rencana pengembangannya, proyek North Hub akan mengandalkan fasilitas terapung berupa Floating Production Storage and Offloading (FPSO) baru dengan kapasitas mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) serta 90.000 barel kondensat per hari (bpd).
Baca Juga:
Dorong Energi Bersih Nasional, ALPERKLINAS Dukung PLN Hapus Ribuan Mesin Diesel
Selain itu, pengembangan juga akan memanfaatkan infrastruktur yang telah ada, termasuk Kilang LNG Bontang, guna meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses produksi.
Tidak hanya Geliga, sebelumnya juga ditemukan potensi besar dari Sumur Gula yang diperkirakan mengandung sekitar 2 Tcf gas dan 75 juta barel kondensat.
Jika digabungkan, kedua temuan ini berpotensi memberikan tambahan produksi sekitar 1.000 MMSCFD gas serta 90.000 barel kondensat per hari, yang tentunya akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan energi nasional.