“Kampus menjadi titik strategis untuk meregenerasi eksportir secara masif dan terstruktur,” kata Roro.
Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan perempuan membutuhkan proses panjang melalui pendidikan dan penguatan kewirausahaan.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Harga Bapok di Pasar Mayestik Jelang Lebaran
“Tidak ada yang instan. Mungkin ada kesulitan, tetapi kita perlu menikmati setiap prosesnya. Perempuan juga harus saling menyemangati satu sama lain,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Sosial Kadin Indonesia Nita Yudi mendorong perempuan untuk terus menimba ilmu tanpa batas.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Perempuan harus maju dan turut memajukan perempuan lainnya,” kata Nita.
Baca Juga:
Wamendag Roro Dorong Respons Kolektif ASEAN Hadapi Tekanan Geopolitik Global
Kartini Leadership Dialogue 2026 diselenggarakan oleh Kadin Indonesia Institute (KII) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran perempuan dalam perekonomian sekaligus membuka akses pengembangan usaha melalui program Beasiswa LPDP Entrepreneurship.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah narasumber turut berbagi pengalaman. CEO Socially Significant Company Hanifa Ambadar menceritakan awal mula terbentuknya platform Female Daily Network yang berangkat dari komunikasi sederhana antarperempuan melalui surat elektronik hingga berkembang menjadi pusat informasi kecantikan interaktif.
Direktur Eksekutif Pijar Foundation Cazadira Fadiva Tamzil menjelaskan upaya pendampingan perempuan di 30 kabupaten/kota melalui pendekatan yang memberikan akses dan ruang dalam sistem, termasuk menjembatani hubungan dengan pemerintah daerah.