Salah satu yang disampaikannya adalah penyelesaian masalah dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur yang diisukan akan tutup dan cabut dari Indonesia untuk dipindahkan ke Vietnam. Dua perusahaan tersebut adalah PT JAI di Pasuruan dan PT SAI di Mojokerto, Jawa Timur.
Said mengaku permasalahan ini sudah diselesaikan. PT JAI dan PT SAI yang tergabung dalam Yazaki Group tidak akan memindahkan seluruh lini produksinya ke Vietnam. Dia mencontohkan PT JAI hanya akan memindahkan 3 sampai 5 lini produksi dari 45 lini produksi ke Vietnam.
Baca Juga:
Soal Perusahaan Otomotif Jepang Cabut ke Vietnam, Airlangga Buka Suara
"Mereka (Yazaki Group) menjelaskan business plan hingga 2030, PT JAI dan SAI, kalau terjadi perampingan itu lebih secara alamiah, yani karyawan yang kontraknya habis maka mereka tidak akan memperpanjang," ujar Said.
Menurutnya, pengurangan karyawan di dua perusahaan tersebut akan berkisar 20-30% hingga 2030. Namun, kedua perusahaan berjanji jika ada peningkatan permintaan dari produsen otomotif terbesar, seperti Toyota, maka perusahaan akan memperpanjang masa kontrak karyawan.
"Jika ada permintaan bertambah terutama di grup Toyota, perpanjangan bisa saja dilakukan," papar Said.
Baca Juga:
2 Pabrik Komponen Otomotif Jepang di RI Mau Cabut, Ribuan Pekerja Terancam
Upaya-upaya untuk menengahi karyawan dan manajemen secara langsung ke lapangan ini akan dilakukan Said sebagai penasihat presiden dan Presiden KSPI. Menurutnya, upaya ini lebih efektif dan tidak birokratif.
Said pun mengaku pada Senin (29/6/2026), dirinya akan kembali turun ke lapangan untuk mengecek PT Molex Ayus Pharmaceutical di Tangerang. Perusahaan diketahui memberikan ancaman PHK terhadap ribuan karyawan karena ada perbedaan isu masalah upah minimum. Said mengatakan perusahaan tidak bisa menyanggupi permintaan kenaikan upah, di tengah beban produksi.
Perusahaan obat-obatan ini diketahui mengalami tekanan keuangan karena harus mengimpor bahan bakunya di tengah tengah tingginya kurs dolar AS, sementara harga jual produknya ditetapkan dalam rupiah.