General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa upaya menghadirkan listrik ke desa-desa terpencil akan terus menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Eko, pembangunan jaringan listrik di wilayah seperti Noemuke bukan pekerjaan yang mudah.
Baca Juga:
PLN Salurkan 2.122 Hewan Kurban untuk Lebih dari 206 Ribu Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia
Kondisi geografis yang berbukit serta akses yang terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan infrastruktur.
Untuk melistriki dusun tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,03 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,9 kms, serta gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.
Infrastruktur tersebut kini menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi ratusan warga yang sebelumnya belum menikmati layanan kelistrikan.
Baca Juga:
Pemulihan Kelistrikan Sumatra Rampung, PLN Normalkan 176 Gardu Induk
“Wilayah seperti Noemuke memerlukan kesiapan teknis dan waktu. Dengan infrastruktur yang sudah beroperasi, kami berharap listrik ini dapat dimanfaatkan warga untuk mendukung berbagai aktivitas produktif sehari-hari,” ujarnya.
Kini, suasana malam di Dusun Noemuke tidak lagi identik dengan gelap gulita. Lampu-lampu yang menyala dari rumah ke rumah menjadi simbol perubahan yang membawa optimisme baru bagi masyarakat.
Kehadiran listrik tidak hanya menerangi jalan dan rumah warga, tetapi juga menerangi harapan akan masa depan yang lebih baik, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial masyarakat di wilayah tersebut (Seremoadver).