WAHANANEWS.CO, Jakarta - Selama bertahun-tahun, warga Dusun Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menjalani kehidupan malam dalam keterbatasan akibat belum tersedianya akses listrik.
Ketika matahari tenggelam di balik perbukitan yang mengelilingi wilayah tersebut, aktivitas masyarakat perlahan berhenti karena minimnya penerangan.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Listrik Diskon 50 Persen Sambut Tahun Ajaran Baru dan Hari Anak Nasional
Kondisi itu membuat banyak anak harus belajar dengan bantuan lampu pelita berbahan bakar minyak tanah.
Sementara sebagian besar warga memilih beristirahat lebih awal karena tidak memiliki sumber penerangan yang memadai untuk melanjutkan aktivitas pada malam hari. Keterbatasan listrik juga berdampak pada peluang ekonomi masyarakat yang sulit berkembang.
Kini, keadaan tersebut mulai berubah. Sejak Mei 2026, sebanyak 149 kepala keluarga di Dusun Noemuke resmi menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam penuh melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
Baca Juga:
PLN Teken Kerja Sama PSEL Bali, Percepat Pengolahan Sampah Menjadi Listrik Ramah Lingkungan
Kehadiran listrik menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di daerah yang selama ini masih tergolong terpencil.
Program Lisdes tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, menjalankan usaha, hingga memanfaatkan berbagai teknologi yang sebelumnya sulit dijangkau.
Kehadiran listrik menjadi simbol hadirnya negara dalam memberikan layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat hingga ke pelosok negeri.