"PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah. Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas," ujar Darmawan.
PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah antara 1.200 hingga 1.650 ton per hari.
Baca Juga:
Tarif Listrik PLN Periode Juli–September 2026 Tidak Berubah, Pemerintah Utamakan Stabilitas Nasional
Dari proses tersebut, fasilitas ini diproyeksikan mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas mencapai 30 megawatt (MW) yang akan disalurkan ke sistem kelistrikan nasional melalui jaringan PLN.
Proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan PSEL di 11 lokasi di Indonesia. Secara keseluruhan, proyek tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 14.928 ton sampah setiap hari dengan potensi kapasitas pembangkitan listrik mencapai 310,3 MW.
Melalui pengembangan PSEL di berbagai daerah, pemerintah bersama PLN berharap pengelolaan sampah nasional dapat dilakukan secara lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Keandalan Listrik Jawa Meningkat, PLN Pastikan Pasokan Energi Primer Tetap Aman
Selain mengurangi persoalan lingkungan, proyek ini juga diharapkan mampu menghadirkan sumber energi baru yang ramah lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.