PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Pupuk Kalimantan Timur resmi memulai ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai total mencapai Rp 7 triliun. Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan posisi Indonesia di pasar energi dan agroindustri global sekaligus membuktikan kemampuan surplus produksi pupuk nasional.
Mentan meninjau langsung pelepasan ekspor perdana tersebut di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur. Dia menjelaskan bahwa pengiriman ini dilakukan melalui skema kerja sama antar pemerintah (government-to-government) untuk memperkuat kedaulatan ekonomi kedua negara di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Baca Juga:
Mendag Ajak Mahasiswa Jadi Eksportir Muda Lewat Program Campuspreneur 2026
"Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).
Pada tahap awal, volume urea yang dikirimkan mencapai 47.250 ton dengan nilai sekitar Rp 600 miliar. Keberhasilan menembus pasar Australia tersebut dinilai sebagai hasil dari pembenahan tata kelola industri pupuk nasional yang dilakukan secara masif dari sektor hulu hingga ke hilir.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Buka Pendidikan dan Pelatihan Audit Tingkat Dasar Fungsi Pengawasan Polda Jambi
"Kami sekali lagi atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Indonesia atas kerja kerasnya dan capaianya," kata Amran.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.