WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah tengah menyiapkan respons terhadap penyelidikan persoalan perdagangan oleh pemerintah Amerika Serikat mengenai praktik perdagangan kedua negara.
Dalam persiapan tersebut, sejumlah menteri melakukan koordinasi, diantaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, hingga Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Koordinasi dilakukan di Kantor Kemenko Ekonomi pada Senin (13/4/2026) melansir CNBC Indonesia.
Baca Juga:
Dampak Geopolitik Global, Program MBG Dipangkas Jadi 5 Hari
Kemenko Airlangga mengatakan ada dua hal penyelidikan yang sedang disiapkan tanggapan oleh pemerintah, yakni neraca perdagangan dengan AS dan dugaan kerja paksa.
"Pertama kan US menerapkan (Investigation Section) 301 dalam perdagangan yaitu melakukan penyelidikan terhadap ekspor Indonesia hal yaitu ekses kapasitas, jadi produksi yang berlebih. Dan yang kedua terkait dengan impor bahan baku yang terkait dengan forced labor," kata Airlangga ditemui di kantor Kemenko.
Terkait surplus neraca dagang AS, Airlangga memastikan RI akan membedahnya satu per satu berdasarkan komoditasnya dan menuangkannya dalam pembelaan.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Berbagai Kebijakan, Ekonomi RI Ditarget Tumbuh 5,4% di 2026
"Sebagai contoh satu, excess semen misalnya. Semen kita nggak pernah ekspor ke Amerika, jadi kita tinggal jawab aja," ucap Airlangga.
Sementara itu, Mendag Budi Santoso mengatakan jawaban pemerintah Indonesia terhadap penyelidikan dugaan ketimpangan neraca dagang yang dipersoalkan oleh AS harus diberikan segera.
Namun, Mendag Busan, panggilan akrabnya, memastikan bahwa Indonesia tidak memiliki kebijakan yang mengakibatkan struktur ketimpangan neraca dagang.