WAHANANEWS.CO, Jakarta - Rencana kenaikan fuel surcharge tiket pesawat menuai kecaman keras dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menilai masyarakat kembali dijadikan pihak yang harus menanggung beban persoalan industri penerbangan nasional.
Ketua Pengurus Harian YLKI Niti Emiliana menegaskan kebijakan tersebut berpotensi memperparah keluhan masyarakat terhadap mahalnya harga tiket pesawat domestik.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Aturan Baru BBM Subsidi, Ini Catatan Penting dari YLKI dan FKBI
Menurut YLKI, kebijakan ini sangat memberatkan konsumen yang saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi dan melemahnya daya beli.
"Konsumen jangan terus dijadikan penanggung beban industri penerbangan," tegas Niti Emiliana, Minggu (17/5/2026).
YLKI mengingatkan bahwa kenaikan harga tiket pesawat dapat memicu efek domino terhadap biaya logistik transportasi udara.
Baca Juga:
Belanja Online Terancam Lebih Mahal, YLKI Soroti Dampak Kenaikan Biaya Logistik
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mendorong kenaikan harga barang dan menurunkan daya beli masyarakat secara lebih luas.
YLKI menilai pemerintah semestinya membenahi akar persoalan industri penerbangan nasional.
Fokus perbaikan seharusnya diarahkan pada tata niaga avtur, efisiensi operasional maskapai, struktur pajak, hingga persoalan persaingan usaha.