Marwan menjelaskan, pilihan paket layanan internet ke depan akan mencakup skema akumulasi kuota, paket non-rollover, serta berbagai inovasi layanan lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
"Di antaranya paket jasa layanan internet dengan menggunakan fitur akumulasi kuota (rollover), non-rollover, maupun dengan inovasi layanan lainnya," sambung Marwan.
Baca Juga:
Darmawan Prasodjo Tetap Pimpin PLN, RUPS 2026 Perkuat Struktur Direksi Perseroan
Menurutnya, keberagaman pilihan paket tersebut diharapkan membuat pelanggan dapat menentukan layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, serta pola penggunaan internet masing-masing.
ATSI dan operator seluler juga menyatakan telah menyediakan serta akan terus meningkatkan keterbukaan informasi kepada pelanggan.
Upaya itu mencakup penyampaian informasi produk jasa layanan internet secara lebih sederhana, mudah dipahami, dan mudah diakses oleh pelanggan.
Baca Juga:
Bandara Kalimarau Kurangi Beban Listrik Harian Lewat PLTS On-Grid
"Serta penyediaan kanal/media informasi yang memudahkan pelanggan memantau penggunaan dan sisa kuota jasa layanan internet yang telah dipilihnya," ujar Marwan.
Sebelumnya, persoalan kuota internet hangus dibawa ke MK oleh pengemudi ojek online bernama Didi Supandi dan pedagang kuliner bernama Wahyu Triana Sari.
Keduanya mempersoalkan skema sisa kuota internet yang belum digunakan tetapi hangus saat masa aktif paket berakhir.