WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kenaikan harga Pertamax yang diumumkan mendadak membuat YLKI bersuara keras karena konsumen dinilai berhak tahu alasan di balik lonjakan harga BBM nonsubsidi tersebut.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai pengumuman kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 terlalu tiba-tiba sehingga memicu kegelisahan masyarakat.
Baca Juga:
Pelita Air Bakal Masuk Garuda Group, MARTABAT Prabowo-Gibran: Konsolidasi Harus Tingkatkan Pelayanan
YLKI juga mempertanyakan transparansi formula penetapan harga bahan bakar minyak nonsubsidi RON 92 milik PT Pertamina.
Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo mengatakan Pertamax merupakan produk BBM yang digunakan luas oleh masyarakat dan berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
Menurut Rio, setiap penyesuaian harga BBM nonsubsidi seharusnya disampaikan dengan informasi yang lebih terbuka dan tidak mendadak.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
Pernyataan itu disampaikan Rio dalam keterangan tertulis pada Kamis (11/6/2026).
“Sebagai produk yang digunakan secara luas dan berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga, perubahan harga seharusnya disampaikan secara lebih transparan dan memberikan waktu yang cukup bagi konsumen untuk menyesuaikan keputusan ekonominya,” kata Rio.
Rio mendesak Pertamina dan pemerintah membuka rincian formula serta komponen pembentuk harga Pertamax.