“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” kata Roberth.
Roberth juga memastikan harga BBM bersubsidi tetap ditahan.
Baca Juga:
Listrik Sumatera Utara Kembali Normal, 735 Ribu Pelanggan Terdampak Kini Terlayani 24 Jam
Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter.
Solar subsidi juga tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter.
Pertamina Patra Niaga sebelumnya sempat mengonfirmasi harga keekonomian Pertamax sudah menembus kisaran Rp17.000 per liter saat harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam.
Baca Juga:
Jelang Galungan dan Kuningan, PLN UID Bali Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik untuk Warga
Namun, berdasarkan hasil diskusi dengan pemerintah, Pertamina memutuskan menahan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter sejak April.
Kini, setelah penyesuaian terbaru, harga Pertamax di Pulau Jawa ditetapkan menjadi Rp16.250 per liter.
Harga Pertamax Turbo di Pulau Jawa ditetapkan sebesar Rp20.750 per liter.