Jaksa Penuntut Umum Oslo sebelumnya menuntut hukuman tujuh tahun penjara terhadap Hoiby atas berbagai dakwaan yang menjeratnya.
Sepanjang proses hukum berlangsung, Hoiby membantah tuduhan paling serius, termasuk tuduhan pemerkosaan yang menurut jaksa dilakukan ketika korban sedang tertidur atau tidak sadarkan diri, serta tuduhan kekerasan domestik.
Baca Juga:
Harga Minyak Dunia Anjlok Setelah AS dan Iran Sepakat Akhiri Peran
Sementara itu, tim kuasa hukumnya meminta pengadilan menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara untuk sejumlah dakwaan yang telah diakuinya, termasuk kepemilikan 3,5 kilogram ganja, penyerangan fisik, dan ancaman.
Hoiby yang telah ditahan sejak 1 Februari 2026 tidak menghadiri sidang pembacaan putusan pada Senin (15/06/2026) waktu setempat karena alasan medis yang tidak dijelaskan secara rinci.
Meski tidak hadir langsung di ruang sidang, Hoiby mengikuti jalannya persidangan melalui sambungan video.
Baca Juga:
Cekcok di Jalan Berujung Ancaman Sajam, Polisi Usut Video Viral di Bogor
Persidangan kasus tersebut berlangsung sejak Senin (03/02/2026) hingga Rabu (19/03/2026) dan mengungkap berbagai aspek kehidupan pribadi Hoiby yang selama ini menjadi perhatian publik Norwegia.
Dalam persidangan, Hoiby mengaku hidup di bawah bayang-bayang status keluarganya sejak kecil.
"Saya lebih dikenal sebagai putra ibu saya, bukan yang lainnya. Jadi saya memiliki kebutuhan yang sangat besar akan pengakuan sepanjang hidup saya. Dan hal itu terwujud dalam banyak seks, banyak narkoba, dan banyak alkohol," ucap Hoiby kepada pengadilan.