“Rudal hipersonik dan drone serang kami berhasil menembus sistem THAAD,” kata Korps Garda Revolusi Islam Iran dalam pernyataannya.
Serangan tersebut dilaporkan menghantam gedung Kementerian Pertahanan Israel serta Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv.
Baca Juga:
Mamdani Sebut New York Tak Bisa Tangkap Netanyahu Meski Dukung Surat Perintah ICC
Rudal hipersonik sendiri dikenal memiliki karakteristik kecepatan sangat tinggi, kemampuan manuver kuat, serta jalur penerbangan yang sulit diprediksi.
Karakteristik tersebut membuat senjata jenis ini mampu menembus sistem pertahanan udara konvensional dalam waktu sangat singkat.
Penelitian Liao juga menyoroti bahwa bahkan jika sebuah pencegat berhasil mengenai sasaran, rudal hipersonik sering dirancang dengan sistem redundan serta ketahanan struktural tinggi.
Baca Juga:
Sampah Masih Menumpuk Setiap Pagi di Beberapa Titik, Apakah Warga Kota Jambi Sudah Bahagia ?
Artinya serangan fisik yang tidak mengenai titik vital kemungkinan besar tidak cukup untuk menghentikan rudal tersebut menyelesaikan misinya.
Sebagai langkah masa depan, pemerintahan Donald Trump sebelumnya mengusulkan konsep sistem pertahanan bernama Golden Dome.
Sistem ini dirancang menggunakan ratusan satelit orbit rendah yang dilengkapi teknologi laser untuk menghadapi ancaman rudal modern.