Pejabat Arab menyebut Iran dapat menggerakkan kelompok Houthi di Yaman untuk menutup jalur tersebut sebagai bentuk balasan atas tekanan Amerika Serikat.
“Jika Iran ingin menutup Bab El Mandeb, Houthi adalah mitra yang jelas untuk melakukannya, dan respons mereka terhadap konflik Gaza menunjukkan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk itu,” kata pakar Yaman dari New America Adam Baron.
Baca Juga:
Bupati Dairi Genjot Infrastruktur dan Penataan Aset, MARTABAT Prabowo-Gibran: Sejalan dengan Visi KEK Kardaiba
Media Iran juga memberi sinyal bahwa opsi penutupan jalur Laut Merah bisa dipertimbangkan sebagai respons terhadap blokade yang diberlakukan di Selat Hormuz.
Kelompok Houthi diketahui memiliki kendali atas garis pantai strategis di sekitar Bab El Mandeb dan telah berulang kali menunjukkan kemampuan mengganggu pelayaran menggunakan rudal dan drone.
Meski intensitas serangan menurun pasca gencatan senjata Gaza pada Oktober 2025, arus perdagangan di kawasan tersebut belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga:
PLN Beri Diskon Tambah Daya hingga Juni 2026, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dorong Produktivitas Rumah Tangga dan UMKM
Houthi sejauh ini menahan diri dalam konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, namun tetap menjadi faktor kunci yang dapat memicu eskalasi jika situasi memburuk.
Arab Saudi sendiri sebelumnya mengandalkan jalur alternatif melalui Laut Merah untuk menjaga ekspor minyak sekitar tujuh juta barel per hari, namun jalur ini terancam jika Bab El Mandeb ikut ditutup.
Data menunjukkan bahwa sebelum konflik Gaza, sekitar 9,3 juta barel minyak per hari melintasi jalur tersebut, namun kini jumlahnya menurun drastis akibat gangguan keamanan.