Kenaikannya mencapai 22 persen atau setara tambahan anggaran US$12,4 miliar atau sekitar Rp223,2 triliun dalam satu tahun.
ICAN menilai lonjakan tersebut menunjukkan investasi berkelanjutan negara-negara besar dalam modernisasi dan perluasan hulu ledak nuklir.
Baca Juga:
Pelita Air Bakal Masuk Garuda Group, MARTABAT Prabowo-Gibran: Konsolidasi Harus Tingkatkan Pelayanan
Manuver itu terjadi ketika ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia terus meningkat.
Secara keseluruhan, pengeluaran sembilan negara bersenjata nuklir naik 19 persen dan menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Sembilan negara tersebut adalah Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Prancis, India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
China menempati posisi kedua dalam daftar negara dengan belanja nuklir terbesar.
Beijing tercatat mengalokasikan dana sebesar US$13,5 miliar atau sekitar Rp243 triliun untuk program nuklirnya.
Inggris muncul sebagai negara dengan pengeluaran nuklir terbesar ketiga setelah menyalip Rusia.