Rencana tersebut mencuat setelah sejumlah negara yang berbatasan atau berdekatan dengan Rusia menyatakan ketertarikan menjadi tuan rumah bom nuklir Amerika Serikat.
Negara-negara yang disebut tertarik antara lain Polandia dan sejumlah negara Baltik.
Baca Juga:
PLN Tepis Isu Blackout di Jawa, Sistem Kelistrikan Tetap Aman dan Terkendali
Amerika Serikat sebenarnya telah menempatkan ratusan bom gravitasi B61 di Eropa melalui program berbagi nuklir sejak era 1950-an.
Senjata nuklir tersebut diyakini masih tersimpan di sejumlah pangkalan militer di Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki.
Meski berada di wilayah negara sekutu, kendali penuh atas senjata tersebut tetap berada di bawah otoritas Washington.
Baca Juga:
Listrik Sumatera Utara Kembali Normal, 735 Ribu Pelanggan Terdampak Kini Terlayani 24 Jam
Rencana perluasan infrastruktur nuklir NATO langsung memicu reaksi keras dari Moskow.
Duta Besar Luar Biasa Rusia Andrey Belousov memperingatkan bahwa perpindahan senjata nuklir NATO yang semakin mendekati perbatasan Rusia akan memicu tindakan balasan.
Rusia menilai pengerahan senjata nuklir Amerika Serikat di Eropa sebagai ancaman langsung terhadap keamanan kawasan.