WahanaNews.co | Amerika Serikat (AS) menduga pasukan Rusia akan mengarahkan invasi ke Moldova, sebuah negara pecahan Uni Soviet dan non-NATO.
Hal itu diungkapakna oleh pejabat AS dan Ukraina, saat membahas kemungkinan Presiden Rusia, Vladimir Putin, memperluas invasinya dari wilayah Donbas di tenggara Ukraina ke negara tetangga Moldova, Eropa Timur.
Baca Juga:
Presiden Vladimir Putin Sebut Tak Ada yang Bisa Melarang Penggunaan Bitcoin
"Saya pikir ke mana mereka pergi dari sini masih harus dilihat," kata Wakil Penasihat Keamanan Nasional Jon Finer kepada NBC "Meet the Press" dalam sebuah wawancara, merujuk pada pasukan Rusia.
“Tapi mereka jauh dari kota-kota seperti Odesa, kota pelabuhan Laut Hitam di Ukraina selatan dan tentu saja dari Moldova," tambahnya.
"Pasukan Rusia memiliki banyak pertempuran yang masih harus dilakukan," tambah Fine.
Baca Juga:
Unggul 87,32 Persen Suara, Vladimir Putin Jadi Pemimpin Terlama di Rusia Setelah Joseph Stalin
"Kami pikir Ukraina akan sangat efektif dalam menangkis mereka," klaimnya, seperti dilansir AP, Senin (25/4/2022).
Ditekan tentang bagaimana strategi masa perang pemerintahan Presiden AS, Joe Biden, akan berubah jika Rusia mulai bergerak menuju Moldova, Finer menjawab AS telah menunjukkan kemampuan untuk gesit.
Bahkan, sudah menyesuaikan bantuan dan pendekatan saat tujuan perang Rusia telah berkembang.