"Kami telah mengamankan jaminan keselamatan yang diperlukan dan telah memverifikasi secara menyeluruh kondisi navigasi yang aman untuk mendukung operasi ini," ujar Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, dalam sebuah pernyataan resmi.
Langkah evakuasi kemansion ini dinilai menjadi angin segar bagi industri logistik global. Sektor asuransi laut berharap pemulihan rute dapat menstabilkan kembali rantai pasok dunia.
Baca Juga:
Krisis Listrik Mengintai Jepang, Bangun 14 Pembangkit Nuklir Baru
"Itu hanya bisa menjadi kabar baik bagi semua pihak yang terlibat," kata Marcus Baker selaku kepala global maritim, kargo, dan logistik untuk Marsh di London.
Namun, draf gencatan senjata ini dinilai masih sangat rapuh di lapangan. Iran sempat mengancam akan kembali menutup selat akibat eskalasi pertempuran antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon.
Baca Juga:
Bikin Trump Marah, Kepala Intelijen AS Mundur
Berdasarkan data pelacakan dari Kpler, lalu lintas maritim di selat tersebut sebenarnya mulai merangkak naik. Tercatat ada 39 kapal melintas pada hari Senin setelah sempat lumpuh total.
Volume ini masih jauh dari kapasitas normal sebelum perang yang bisa mencapai 100 kapal per hari. Di sisi lain, Komando Pusat militer AS melaporkan bahwa dua kapal induk mereka masih terus bersiaga di kawasan Timur Tengah.
Presiden Iran Kunjungi Pakistan