Arab Saudi adalah salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia dan upaya memperbaiki hubungan antara Washington dan Riyadh ini dilakukan saat harga minyak mentah meroket.
Lonjakan harga minyak terjadi setelah AS melarang impor minyak dari Rusia terkait krisis di Ukraina. AS ingin Saudi menambah pasokan minyak di pasar dunia namun permintaan ini belum ditanggapi Riyadh.
Baca Juga:
Dukung Rakyat Palestina, Arab Saudi Kirim 25.000 Porsi Makanan ke Gaza
Arab Saudi menegaskan pihaknya tidak mau bertanggung jawab atas kenaikan minyak di pasar global.
Mungkinkah pengiriman rudal Patriot dalam jumlah besar itu untuk membujuk Saudi agar melakukan intervensi terkait lonjakan harga minyak?
Perang saudara Yaman saat ini meletus pada 2014 dan, menurut UNICEF, “Yaman tetap menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan sekitar 23,7 juta orang membutuhkan bantuan.”
Baca Juga:
Jemaah Haji Lansia RI Hilang di Makkah Pekan Lalu Masih Dicari
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, konflik tersebut telah menewaskan hampir seperempat juta orang dan lebih dari 50% penduduk Yaman menghadapi kerawanan pangan. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.