Penunjukannya sempat diragukan elite Partai Sosialis Bersatu Venezuela karena dinilai kurang karisma dan kemampuan retorika dibandingkan Chavez.
Krisis ekonomi, sanksi Amerika Serikat, dan anjloknya harga minyak berhasil ia lewati dengan mempertahankan kendali politik di tengah tekanan domestik dan internasional.
Baca Juga:
Trump Tegaskan Kemungkinan Luncurkan Serangan Kedua ke Venezuela
Pada 2018, sebagian besar negara Barat mengakui Juan Guaido sebagai presiden sementara, namun pemerintahan paralel tersebut runtuh dalam waktu singkat.
Setelah pemilu Juli 2024, Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah negara Amerika Latin menyatakan tokoh oposisi Edmundo Gonzalez Urrutia sebagai pemimpin sah Venezuela.
Dalam kekuasaannya, Maduro sangat mengandalkan peran istrinya Cilia Flores, mantan jaksa dan politisi senior yang pernah memimpin Majelis Nasional.
Baca Juga:
32 Warga Kuba Tewas dalam Operasi AS di Venezuela
Flores dikenal memiliki pengaruh besar dalam lingkar kekuasaan dan disebut memegang banyak kendali strategis pemerintahan.
Di Caracas, citra Maduro terpampang di gedung-gedung kota, dibangun melalui narasi kesederhanaan dan kedekatan dengan rakyat.
Penggemar bisbol dan pencinta salsa itu kerap tampil menari di televisi pemerintah untuk memperkuat citra populisnya.