Lahir di Caracas, Maduro dikenal sebagai penganut Marxis dan sempat bermain gitar di band rock saat remaja.
Ia juga disebut sengaja menampilkan kesan kurang fasih berbahasa Inggris agar tidak terlihat sebagai elite terdidik.
Baca Juga:
Trump Tegaskan Kemungkinan Luncurkan Serangan Kedua ke Venezuela
Selama menjabat, Maduro menghadapi berbagai ancaman, termasuk serangan drone bermuatan bahan peledak yang gagal pada 2018.
Untuk mengalihkan kritik, ia rutin menyebarkan narasi konspirasi anti-Amerika dan menuduh Washington berupaya menggulingkannya.
Sambil memosisikan diri sebagai korban konspirasi internasional, Maduro menutup ruang oposisi dan memenjarakan lawan politik tanpa proses hukum yang layak.
Baca Juga:
32 Warga Kuba Tewas dalam Operasi AS di Venezuela
Pemerintahannya kini diselidiki Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
Maduro sempat memperoleh pelonggaran sanksi dengan janji pemilu demokratis 2024, namun dinilai mengingkari kesepakatan tersebut.
Di media pemerintah, ia kerap tampil sebagai tokoh kartun Super-Bigote, pahlawan berjubah yang melawan imperialisme.