"Pada dasarnya, dia (Trump) menerima kenaikan harga minyak sebagai harga yang harus dibayar untuk membangun pengaruh tambahan ini, dengan bertaruh bahwa kesabaran masyarakat AS terhadap harga bensin di atas 4 dollar AS lebih besar daripada kesediaan Iran untuk menanggung penderitaan ekonomi,” sambungnya.
Dampak lanjutan dari situasi ini diperkirakan akan terus berlanjut karena pelayaran internasional kemungkinan memilih menghindari Selat Hormuz.
Baca Juga:
Iran Setuju Hentikan Program Pengayaan Nuklir 5 Tahun, Tapi AS Minta 20
Hal ini dipicu oleh tingginya premi asuransi serta kekhawatiran akan potensi serangan lanjutan di kawasan Teluk jika konflik kembali memanas.
Sebelumnya, militer Amerika Serikat mulai memberlakukan pembatasan lalu lintas maritim menuju dan dari pelabuhan Iran sejak Senin (13/4/2026) sesuai instruksi Presiden.
Blokade tersebut mencakup kapal dari berbagai negara yang memasuki maupun meninggalkan pelabuhan Iran, termasuk wilayah pesisir di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Baca Juga:
Kerusakan Serangan AS-Israel ke Iran Ditaksir Capai 270 Miliar Dolar AS
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.