"Sistem ini dirancang untuk menantang kemampuan pelacakan dan keterlibatan sensor kami serta memastikan kapabilitas serangan yang responsif dan mampu bertahan," kata Guetlein.
Di sisi lain, Rusia menegaskan bahwa pengembangan senjata strategis tersebut merupakan respons atas keputusan Amerika Serikat yang keluar dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik pada era Presiden George W. Bush.
Baca Juga:
Makan Malam Elite Berubah Mencekam, Trump dan JD Vance Dievakuasi
Moskow menilai sistem pertahanan AS tetap menjadi ancaman terhadap keseimbangan nuklir global meskipun Washington menyebutnya hanya untuk menghadapi negara seperti Korea Utara atau Iran.
Tekanan terhadap sistem pertahanan Amerika Serikat juga meningkat akibat konflik yang melibatkan AS-Israel dengan Iran yang menguras stok rudal pencegat.
Laporan internal menyebutkan bahwa persediaan sistem THAAD dan Patriot menipis dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dipulihkan ke tingkat aman.
Baca Juga:
Rusia Tuduh AS Kejar Minyak di Balik Intervensi Venezuela dan Iran
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.