“Pelanggaran HAM, pemerintahan komunis, dan hubungan dengan negara-negara tertentu telah berkontribusi pada ketidakstabilan regional melalui migrasi dan kekerasan,” ujar Trump dalam pengumuman kebijakan tersebut.
Ia juga menegaskan Amerika Serikat membuka opsi untuk mengenakan tarif terhadap negara-negara yang secara langsung maupun tidak langsung memasok minyak ke Kuba.
Baca Juga:
Gelap Gulita, Kuba Alami Pemadaman Listrik Nasional untuk Keempat Kalinya
“AS dapat mengenakan tarif pada negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba,” kata Trump.
Menurut sumber yang dikutip Anadolu, Kuba hanya mampu memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan energinya dari produksi dalam negeri.
Untuk memenuhi sisa kebutuhan, Kuba bergantung pada impor, terutama dari Meksiko dan dalam skala lebih kecil dari Rusia, sementara Venezuela menyumbang sekitar 30 persen dari total pasokan energi Kuba pada 2025.
Baca Juga:
Menko Yusril Sebut Pemerintah RI Wacanakan Pemulangan Hambali dari Guantanamo
Dalam menghadapi krisis tersebut, pemerintah Kuba meluncurkan rencana darurat ketat pada pekan ini.
Langkah-langkah tersebut meliputi penutupan sejumlah hotel, pengurangan jam operasional kantor publik dan rumah sakit, serta pelarangan penjualan solar guna bertahan tanpa impor minyak mentah dan turunannya.
Dampak krisis ini langsung terasa di sektor penerbangan internasional.