Iran secara konsisten membantah tuduhan tengah mengembangkan senjata nuklir meski diketahui telah memperkaya uranium hingga mendekati level senjata, membatasi inspeksi internasional, dan memperluas kemampuan rudal balistiknya.
Dalam perang 12 hari tersebut, Iran membalas dengan meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan sekitar 1.100 drone ke wilayah Israel.
Baca Juga:
Visa Presiden Federasi Belum Keluar, Iran Siap Tidak Hadir di Undian Piala Dunia 2026
Serangan balasan itu menewaskan 32 orang dan melukai lebih dari 3.000 lainnya di Israel, berdasarkan data pejabat kesehatan dan rumah sakit setempat.
Pejabat Iran juga menuduh Israel menjalankan kampanye serangan rahasia di dalam negeri, termasuk pembunuhan ilmuwan nuklir serta sabotase siber terhadap fasilitas strategis.
Sebaliknya, pejabat Israel menuding Iran aktif merekrut mata-mata di wilayah mereka dengan tawaran imbalan uang tunai.
Baca Juga:
Aksi Gantung Terbuka di Iran: Pembunuh Dokter Dieksekusi Mati
Peretas yang berafiliasi dengan Iran bahkan mengklaim telah meretas telepon sejumlah pejabat Israel saat ini dan mantan pejabat, termasuk mantan Perdana Menteri Naftali Bennett serta kepala staf Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.