WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan Iran–Israel kembali memanas setelah otoritas Iran mengeksekusi seorang pria yang divonis mati karena dinyatakan menjadi mata-mata badan intelijen Israel, Mossad, di tengah eskalasi ancaman militer dan tekanan ekonomi dalam negeri.
Eksekusi tersebut dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, pada Rabu (7/1/2025) dan terjadi saat Teheran serta Tel Aviv saling melontarkan ancaman serangan dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga:
Visa Presiden Federasi Belum Keluar, Iran Siap Tidak Hadir di Undian Piala Dunia 2026
Peristiwa ini juga berlangsung di tengah gelombang protes luas di Iran akibat memburuknya krisis ekonomi yang memicu ketidakpuasan publik terhadap pemerintah.
Menurut laporan IRNA, pria yang dieksekusi itu diidentifikasi bernama Ali Ardestani dan disebut telah bekerja untuk Mossad dengan imbalan finansial.
IRNA melaporkan Ardestani mengaku menyerahkan informasi sensitif kepada agen Mossad sebagai balasan bayaran berupa mata uang kripto.
Baca Juga:
Aksi Gantung Terbuka di Iran: Pembunuh Dokter Dieksekusi Mati
Disebutkan pula bahwa Ardestani mengaku bersalah atas tuduhan spionase dan berharap memperoleh hadiah sebesar satu juta dolar AS serta visa Inggris.
Sebagai bagian dari laporan resmi, IRNA menyebut Ardestani sebagai “pasukan operasi khusus Israel” yang diduga mengirimkan gambar dan rekaman lokasi-lokasi strategis kepada Mossad.
Kasus ini, menurut IRNA, bermula dari proses perekrutan Ardestani secara daring oleh Israel dan telah ditangani sesuai prosedur hukum di pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung Iran.