London menekankan bahwa Denmark dan Norwegia yang tahun lalu telah membeli fregat Type 26 buatan Inggris akan lebih mudah melakukan patroli bersama di kawasan utara jika menggunakan platform kapal yang sejenis.
Pertemuan pertahanan yang telah lama direncanakan ini berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas Rusia di wilayah Atlantik dan Baltik.
Baca Juga:
Dewan Perdamaian Trump Bertambah Anggota, Indonesia Turut Bergabung
Aktivitas tersebut mencakup pengerahan kapal mata-mata hingga armada yang diduga melanggar sanksi internasional.
Negara-negara Nordik juga menaruh kecurigaan kuat terhadap keterlibatan Rusia dalam sejumlah insiden perusakan infrastruktur bawah laut di Laut Baltik, termasuk jaringan listrik, kabel telekomunikasi, serta pipa gas.
Di sisi lain, dinamika geopolitik kian rumit dengan munculnya ancaman Trump untuk merebut Greenland wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark secara paksa apabila gagal membelinya.
Baca Juga:
Trump Tak Mundur soal Greenland, Sekutu Eropa Tertekan
Pernyataan tersebut memicu ketegangan di dalam NATO, mengingat Denmark dan Amerika Serikat sama-sama merupakan anggota aliansi militer tersebut.
Namun demikian, sumber yang mengetahui pembicaraan di Kopenhagen menegaskan bahwa agenda pertemuan ini tidak berkaitan dengan upaya mempertahankan Greenland dari kemungkinan intervensi militer Amerika Serikat.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyatakan keyakinannya bahwa Presiden AS tidak akan benar-benar menindaklanjuti ancaman tersebut.