Pernyataan keras ini juga diperkuat oleh pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang memperingatkan bahwa jika agresi militer terhadap kedaulatan Iran sampai terulang, maka konflik baru dipastikan akan meluas jauh melampaui batas wilayah Timur Tengah.
Meskipun perang urat saraf terus berkobar, proses pertukaran diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan dilaporkan masih berjalan di balik layar guna mengamankan akhir dari perang secara formal.
Baca Juga:
UEA Dinilai Tak Lagi Butuh Perlindungan AS, Muncul Seruan Penutupan Pangkalan
Dampak dari dinamika perundingan ini langsung terasa ke sektor finansial global di mana harga minyak dunia dilaporkan anjlok lebih dari 5 persen pada hari Rabu karena pasar mengendus adanya harapan damai.
Sentimen positif ini juga sempat membuat bursa saham AS melesat naik, walaupun para analis mengingatkan para investor untuk tetap waspada mengingat jalur pelayaran vital di Selat Hormuz saat ini masih ditutup efektif bagi sebagian besar kapal dagang.
Melihat situasi ini, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan Presiden Trump yang memilih untuk memberikan kesempatan pada jalur diplomasi dalam menyelesaikan konflik. Perwakilan dari Riyadh tersebut juga mendesak agar Iran segera memanfaatkan peluang emas ini demi menghindari implikasi berbahaya dari eskalasi militer yang lebih luas di kawasan.
Baca Juga:
Militer AS Mulai Blockade Selat Hormuz, Siaga Babak II Perang AS-Iran
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.