Di tengah kritik tersebut, sebagian pendukung Trump justru melihat perilaku itu sebagai bagian dari strategi politik yang disengaja untuk menciptakan tekanan dalam diplomasi internasional.
"Trump tahu persis apa yang dia lakukan," kata kolumnis Liz Peek.
Baca Juga:
Kekayaan Trump Melesat dari Kripto, Panen Duit Jumbo Rp25 Triliun dalam Setahun
Trump sendiri merespons berbagai kritik dengan nada keras melalui media sosial, menyebut para pengkritiknya memiliki “IQ rendah” dan menuding mereka sebagai pihak yang mencari sensasi.
Di sisi lain, data survei menunjukkan kekhawatiran publik terus meningkat, dengan jajak pendapat Reuters/Ipsos pada Februari mencatat 61 persen warga Amerika menilai Trump semakin tidak stabil seiring bertambahnya usia, sementara hanya 45 persen yang menganggapnya tetap tajam secara mental, turun dari 54 persen pada 2023.
Perdebatan mengenai kesehatan mental presiden bukanlah hal baru dalam sejarah Amerika Serikat, karena sejumlah pemimpin sebelumnya seperti Abraham Lincoln hingga Ronald Reagan juga pernah menghadapi spekulasi serupa dalam konteks yang berbeda.
Baca Juga:
Trump Mulai Jengkel ke Netanyahu, Sebut Israel Bisa Gagalkan Damai AS-Iran
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.