Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat dibangun melalui pengorbanan besar serta menjunjung tinggi nilai kebebasan.
Menurutnya, negaranya tidak seharusnya membuka pintu bagi pihak asing yang dianggap merusak tatanan, membahayakan keselamatan warga, membebani keuangan negara, atau mengancam hak-hak masyarakat Amerika Serikat.
Baca Juga:
Menpora Erick Sambut Kehadiran Trofi Piala Dunia 2026, Tegaskan Pemuda dan Olahraga Prioritas Nasional
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak menginginkan kehadiran kelompok-kelompok tersebut dalam bentuk apa pun.
“Para leluhur kita membangun bangsa ini dengan darah, keringat, dan kecintaan yang tak tergoyahkan pada kebebasan, bukan untuk penjajah asing yang membantai para pahlawan kita, menguras uang pajak kita yang diperoleh dengan susah payah, atau merampas hak-hak yang menjadi hak warga AMERIKA. KITA TIDAK MENGINGINKAN MEREKA. TIDAK SATU PUN.”
Sejumlah negara besar yang masuk dalam daftar terdampak kebijakan ini antara lain Brasil, Kolombia, Mesir, Ghana, Yordania, Maroko, Tunisia, dan Uruguay.
Baca Juga:
Liput dan Siarkan Piala Dunia 2026, FIFA Gandeng TikTok
Sementara itu, Irak, Jamaika, dan Republik Demokratik Kongo masih memiliki peluang tampil di Piala Dunia 2026 melalui jalur play-off.
Menanggapi situasi tersebut, FIFA mengeluarkan pernyataan resmi terkait akses masuk ke negara-negara tuan rumah Piala Dunia.
FIFA menegaskan bahwa kepemilikan tiket pertandingan tidak serta-merta menjamin seseorang dapat memasuki wilayah negara penyelenggara.