WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pergerakan mengejutkan terjadi di tengah panasnya konflik Timur Tengah, ketika kapal induk terbesar dunia USS Gerald R Ford tiba-tiba kembali ke pangkalan di Yunani, Senin (23/3/2026).
Kapal induk milik Amerika Serikat tersebut dilaporkan berlabuh di Teluk Souda, Pulau Kreta, setelah sebelumnya menjadi bagian penting dari pengerahan militer besar di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:
Kenapa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat? Ini Jawaban Ilmiahnya
USS Gerald R Ford bersama USS Abraham Lincoln diketahui berperan krusial dalam operasi udara terhadap Iran yang dimulai sejak Sabtu (28/2/2026).
Operasi militer itu melibatkan Amerika Serikat dan Israel yang melancarkan serangan udara besar-besaran setelah penumpukan kekuatan militer di kawasan.
Kedua kapal induk tersebut membawa puluhan pesawat tempur yang menjadi tulang punggung dalam serangan udara terhadap target di Iran.
Baca Juga:
Iran Hantam Fasilitas Gas Terbesar Dunia di Qatar, Dampaknya Bisa Bertahun-tahun
Namun, kembalinya USS Gerald R Ford ke Kreta dinilai menimbulkan celah dalam kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan konflik.
“Menarik Ford dari operasi untuk jangka waktu signifikan berarti berkurangnya dukungan AS terhadap upaya perang,” kata Daniel Schneiderman.
Ia menilai peran kapal induk tersebut sangat vital, khususnya dalam mendukung sistem pertahanan Israel di tengah konflik yang berlangsung.