“Peran Ford dalam pertahanan Israel sangat signifikan,” tambahnya.
Meski demikian, ia menyebut dampak kepergian kapal tersebut bisa diminimalkan jika kapal-kapal pendamping tetap berada di sekitar wilayah Israel dengan kemampuan pertahanan udara yang memadai.
Baca Juga:
DJP Ingatkan Marketplace, Seller di Bawah Rp 500 Juta Setahun Tak Boleh Dipajaki
Sebelum kembali ke pangkalan, kapal induk ini dilaporkan mengalami insiden kebakaran di ruang laundry pada 12 Maret yang menyebabkan dua awak terluka.
Insiden tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sekitar 100 tempat tidur di dalam kapal, menurut laporan militer Amerika Serikat.
Selain itu, USS Gerald R Ford juga disebut mengalami gangguan teknis pada sistem toilet saat berada di laut.
Baca Juga:
Ketua BEM FH UBK Minta Maaf Usai Akui Terima Uang Rp 20 Juta Sebelum Demo
Masalah tersebut memicu antrean panjang di fasilitas kamar kecil di atas kapal akibat penyumbatan sistem.
Kapal induk ini diketahui telah menjalani penugasan panjang selama hampir sembilan bulan di berbagai wilayah operasi.
Selama periode tersebut, USS Gerald R Ford tidak hanya bertugas di Timur Tengah, tetapi juga terlibat dalam operasi militer Amerika Serikat di kawasan Karibia.