WAHANANEWS.CO, Jakarta - Konflik Timur Tengah kian memanas setelah kelompok Houthi di Yaman resmi membuka front baru dengan meluncurkan rudal balistik ke Israel.
Kelompok Houthi untuk pertama kalinya terlibat langsung dalam perang Iran dengan menyerang wilayah Israel sejak konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pecah.
Baca Juga:
Rudal Houthi Melesat ke Jantung Israel, Langit Tel Aviv Tak Lagi Aman
Serangan tersebut diumumkan oleh juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, melalui siaran televisi Al Masirah pada Sabtu (28/3/2026).
Ia menegaskan bahwa operasi militer tidak akan berhenti hingga target kelompoknya terpenuhi.
“Serangan akan berlanjut hingga tujuan yang dinyatakan tercapai, seperti yang dinyatakan dalam pernyataan sebelumnya oleh angkatan bersenjata, dan hingga agresi terhadap semua front perlawanan berhenti,” kata Saree.
Baca Juga:
Biadab! Israel Rudal Pesawat Haji Yaman, Calon Jemaah Pulang Tanpa Kepastian
Militer Israel menyatakan telah berhasil mencegat satu rudal yang diluncurkan oleh Houthi sebelum mencapai sasaran.
Sebelumnya, pada Jumat (27/3/2026), Saree telah memberi sinyal keterlibatan kelompoknya dengan menyebut target serangan adalah situs militer sensitif di wilayah selatan Israel.
Sirene peringatan pun terdengar di sekitar Beer Sheba dan wilayah dekat pusat penelitian nuklir utama Israel, dengan bunyi berulang dari Jumat malam hingga Sabtu pagi.