Situasi ini terjadi bersamaan dengan serangan intensif yang dilancarkan Iran dan kelompok Hizbullah ke wilayah Israel sepanjang malam.
Houthi sendiri telah menguasai ibu kota Yaman, Sana'a, sejak 2014 dan selama ini dikenal aktif menyerang jalur perdagangan global.
Baca Juga:
Rudal Houthi Melesat ke Jantung Israel, Langit Tel Aviv Tak Lagi Aman
Dalam konflik sebelumnya, kelompok tersebut menargetkan kapal-kapal dagang di Laut Merah sehingga mengganggu arus logistik internasional bernilai sekitar 1 triliun dollar AS per tahun.
Dalam periode November 2023 hingga Januari 2025, lebih dari 100 kapal dagang menjadi sasaran serangan rudal dan drone Houthi.
Serangan tersebut menyebabkan dua kapal tenggelam serta menewaskan empat pelaut.
Baca Juga:
Biadab! Israel Rudal Pesawat Haji Yaman, Calon Jemaah Pulang Tanpa Kepastian
Pada 2024, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat melancarkan operasi militer terhadap Houthi yang berlangsung selama beberapa minggu.
Keterlibatan terbaru Houthi dalam konflik ini dinilai sebagai eskalasi signifikan oleh para analis.
“Kita telah melihat selama 2,5 tahun terakhir bahwa Houthi memiliki kekuatan signifikan,” ujar Profesor Studi Media Institut Pascasarjana Doha, Mohamad Elmasry.