Namun, pemecatan Tabata diduga lebih berkaitan dengan kegagalannya melindungi Maduro saat operasi Amerika Serikat berlangsung, bukan karena catatan pelanggaran HAM di bawah kepemimpinannya.
Posisi Komandan Paspampres kemudian diisi oleh Gustavo Gonzalez Lopez yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Intelijen Nasional Venezuela atau Sebin.
Baca Juga:
Gelombang 2,5 Meter Intai Laut NTT, Nelayan Diminta Waspada hingga 14 Januari
Sebin juga memiliki rekam jejak kontroversial karena mengelola penjara Helicoide di Caracas yang menurut catatan PBB menjadi lokasi pelanggaran terhadap oposisi politik dan jurnalis.
Analis Venezuela menilai pemecatan Tabata merupakan sinyal keras atas kegagalan pengamanan sekaligus upaya Rodriguez memastikan loyalitas penuh di pemerintahan transisi.
Langkah-langkah lanjutan Rodriguez kini menjadi sorotan domestik dan internasional karena dinilai akan menentukan arah politik Venezuela di tengah tekanan kuat Amerika Serikat.
Baca Juga:
Viral! Beli Pertalite Rp30 Ribu, Pengendara Kaget Tangki Motornya Kosong
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini].
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.