Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan dan mengimbau warga agar menghindari aktivitas di luar rumah pada siang hari serta tetap waspada terhadap dehidrasi.
Di Eropa, Italia juga menghadapi prakiraan cuaca panas dengan suhu tertinggi dalam sejarah pada akhir pekan.
Baca Juga:
WTO Menangkan Indonesia, Biodiesel Sawit Kini Diakui Dunia
Kementerian Kesehatan Italia telah mengeluarkan peringatan bahaya untuk 16 kota, termasuk Roma, Bologna, dan Florence.
Pusat cuaca memperingatkan warga Italia untuk bersiap menghadapi "gelombang panas musim panas paling intens dan salah satu cuaca panas paling ekstrem dalam sejarah".
Suhu di Roma bisa mencapai 40 derajat Celsius pada Senin (17/7/2023) dan bahkan mencapai 43 derajat Celsius pada Selasa (18/7/2023), yang akan memecahkan rekor suhu tertinggi sebelumnya pada Agustus 2007.
Baca Juga:
Di WTO, RI Berhasil Buktikan Tindakan Diskriminasi Uni Eropa atas Minyak Sawit dan Biofuel Berbahan Baku Kelapa Sawit
Di Akropolis Athena, salah satu tujuan wisata utama di Yunani, akan ditutup pada Minggu (16/7/2023) pada jam-jam terpanas di siang hari, untuk hari ketiga berturut-turut.
Di Perancis, suhu tinggi dan kekeringan mengancam industri pertanian.
Para ahli iklim pada Sabtu mengecam Menteri Pertanian Perancis, March Fesneau, karena meremehkan kondisi cuaca panas dengan mengatakan bahwa hal itu cukup normal untuk musim panas.