Selain itu, terdapat antrean kapal tanker yang menunggu melintas serta kebutuhan untuk memulihkan produksi dan distribusi minyak ke tingkat sebelum perang.
Laksamana Mark Montgomery, mantan perwira tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat dan peneliti senior Foundation for the Defence of Democracies, menilai proses normalisasi pasokan energi tidak akan terjadi dalam waktu singkat.
Baca Juga:
Cekcok di Jalan Berujung Ancaman Sajam, Polisi Usut Video Viral di Bogor
"Itu akan memakan waktu sebulan atau 45 hari untuk benar-benar mencapai pemompaan normal, dan kapal bergerak masuk dan keluar dengan lancar," katanya.
Di tengah kabar positif mengenai perdamaian tersebut, pasar saham Asia turut mencatat penguatan pada Senin (15/06/2026).
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 4,7 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat lebih dari 5,2 persen.
Baca Juga:
Polisi Ungkap Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Dipicu Asmara Tak Direstui
Kenaikan pasar saham terjadi karena investor menyambut baik kesepakatan damai yang dinilai dapat mengurangi tekanan terhadap pasokan energi global, khususnya bagi negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara yang sangat bergantung pada minyak dan LNG dari kawasan Timur Tengah.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.