Menurut IDF, temuan ini kembali menunjukkan bagaimana Hamas menggunakan infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit, untuk menyembunyikan tokoh dan perlengkapan militernya.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana Hamas menjadikan warga sipil sebagai tameng manusia,” tegas Defrink.
Baca Juga:
Di Tengah Puing Perang, Trump Bikin Dunia Kaget: Akui Peran Hamas soal Sandera Gaza
Diketahui, Sinwar sebelumnya menjadi target serangan udara IDF pada 13 Mei lalu, tepatnya di bawah Rumah Sakit Eropa Khan Younis.
Saat itu, Israel menyatakan telah menyerang pusat komando dan kendali Hamas yang berada di infrastruktur bawah tanah rumah sakit tersebut.
Namun, kematian Sinwar baru diumumkan secara terbuka oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu lebih dari dua minggu setelah serangan itu.
Baca Juga:
Hamas Desak Dunia Internasional Bertindak atas Dugaan Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza
Sejak awal konflik, Israel berulang kali menuduh Hamas menyembunyikan senjata di rumah sakit, tudingan yang dibantah oleh staf medis dan pihak Hamas.
Serangan udara yang dilakukan IDF di Khan Younis pada 13 Mei tidak hanya menewaskan Sinwar, tetapi juga menyebabkan 28 warga Palestina tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka, menurut data dari Kementerian Kesehatan Palestina.
Mohammed Sinwar diketahui mengambil alih kepemimpinan Hamas dari kakaknya, Yahya Sinwar, yang tewas dalam operasi IDF pada Oktober 2024.