Meski negara-negara maju seperti AS dan Jepang mencetak skor tinggi dalam aspek keamanan finansial, mereka justru tertinggal dalam dimensi makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial.
“Banyak negara maju memang mencatat skor tinggi dalam hal keamanan finansial, namun justru rendah dalam aspek makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial,” jelas para peneliti.
Baca Juga:
Inggris Rilis Travel Warning 2026, Indonesia Masuk Daftar Wilayah yang Diwaspadai
Indonesia sendiri unggul dalam hal hubungan sosial dan nilai-nilai pro-sosial. Kedua faktor ini disebut sebagai pondasi utama dalam membangun komunitas yang sehat dan sejahtera secara emosional.
Jepang, yang dikenal sebagai negara maju dengan angka harapan hidup tinggi, justru mendapat skor hanya 5,89.
Peneliti menyebut, warga Jepang adalah yang paling kecil kemungkinannya menjawab “ya” ketika ditanya apakah mereka memiliki teman dekat.
Baca Juga:
Papua Nugini Minta 'Zona Aman' di Perbatasan RI, Cegah Konflik Papua Barat
Negara-negara lain yang juga menunjukkan skor rendah dalam aspek flourishing antara lain Turki (6,32), Inggris (6,79), India (6,87), dan Spanyol (6,9).
Temuan ini menjadi bukti bahwa kemajuan sebuah negara tidak selalu sejalan dengan kesejahteraan jiwa warganya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.