Ketika ditanya mengenai soliditas militer dan kepemimpinan Iran di tengah konflik, Kharazi menegaskan bahwa struktur komando tetap bersatu.
"Tanggung jawab pemimpin Republik Islam Iran adalah memimpin kemampuan pertahanan Iran dan sebagaimana yang dilakukan Ayatollah Khamenei, kini pemimpin baru juga akan melakukannya," tegasnya.
Baca Juga:
IAEA Uangkap Iran Punya 200 Kg Uranium Disimpan Isfahan, Bisa Jadi Bom Nuklir
Wawancara tersebut muncul ketika eskalasi regional meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Jumat (28/2/2025).
Serangan militer itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer milik Amerika Serikat.
Baca Juga:
Langit Israel Memerah, Iran Hantam Fasilitas Energi Haifa
Dalam perkembangan lain, Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis pengiriman energi global.
Selat tersebut menangani sekitar 20 juta barel pengiriman minyak setiap hari serta sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair dunia yang sebagian besar ditujukan ke pasar Asia.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.